LOL
02
May
02
May
02
May
05
Apr
Hot Spot Area: Alasan mengapa solat berjamaah di mesjid menjadi penting
Tulisan ini terinsipirasi dari kultum pagi tadi (05/04/11)
Hot spot area belakangan ini sudah jadi nilai tambah yang hampir wajib yang harus tersedia di public area seperti airport, kampus, mall, cafe, dll. Semakin besar public areanya, biasanya makin besar juga kapasitas internet yang disediakan. Semakin besar kapasitas internet yang disediakan, semakin berkualitas pula koneksi kita ke dunia maya. Jadi, wajar-wajar aja kalau jaman sekarang anak muda lebih senang berlama-lama di kampus ketimbang di rumah dengan alasan internet di kampus jauh lebih kenceng daripada di kosan atau di rumah.
Sekarang mari analogikan mesjid sebagai public area besar penyedia hot spot area ini. Untuk kualitas koneksi kita dengan sang khalik, tentunya mesjid merupakan “hot spot” yang memiliki kualitas koneksi dgn-Nya yang jauh lebih besar dari pada rumah masing-masing. Kenapa demikian? Dari sejak dini kita sudah sering diajarkan bahwa pahala shalat berjamaah adalah 27 kali lipat ketimbang shalat sendiri. Entah bagaimana menghitungnya, namun hal ini sudah diinformasikan oleh Allah bahwa kalau mau berhubungan dengan-Nya dengan kualitas yang baik, ya shalat berjamaahlah di mesjid. Kalau kita urutkan mesjid dengan tingkat “hot spot” terbesar hingga yang terkecil, secara garis besar maka mesjid yang memiliki kualitas terbesar tentu saja masjidil haram, dilanjutkan dengan masjid rasul masjid nabawi, lalu masjidnya para ulama (masjid2 besar), baru kemudian masjid-masjid kecil. Masjid terdekat dari rumah kita saja (masjid yg paling mungkin kita datangi setiap hari) masih digolongkan sebagai masjid dengan kualitas “hot spot” yang kecil. Lalu bagaimana dengan shalat sendiri-sendiri di rumah/kosan.
Tentu saja selain fasilitas hot spotnya, kita juga perlu memperhatikan kualitas hardwarenya (kualitas iman masing-masing). Mudah-mudahan analogi sederhana ini dapat bermanfaat. Yang paling penting dari memperbaiki diri adalah mulai dari melakukan hal-hal kecil. Lama-lama pasti yang besar-besar nyangkut juga. Sekian
-bye-
03
Apr
Ruang Sempit

Ingin ku lukis…
Setiap jenis badai di ruang sempit ini.
Ingin ku tulis…
Setiap ide brilian di memori kecil ini.
——————————
Ku yakin, dunia tak akan protes,
atau marah atas apa yang akan ku tulis.
Semakin ku duduk di meja kerja ini,
semakin retak ruang sempit dihantam badai.
Tapi… bukankah ia tak begitu suka jika aku melihatkan kegundahan ini?
Peduli setan! Aku manusia. Aku punya rasa…
31
Mar
Salah satu lagu yang “catchy” saat pertama di dengar
31
Mar
Black Swan
A Wicked Psycho Sexual Thriller

Kesan pertama saat nonton film ini deg-degan, ngantuk, dan bingung. Kalau bukan karena dimanjakan dengan indahnya akting Natalie Portman (Nina), mungkin gw udah tidur. Gimana enggak? Mungkin nyaris 3/4 film terkesan gitu-gitu aja. Untungnya banyak di-selipin scene-scene yang ngebikin penonton jadi penasaran. Tapi makin akhir, kejelasan cerita film ini mulai keliatan, asalkan bener-bener meratiin alur cerita dan dialognya.
Ceritanya sendiri menurut gw sangat sederhana. Cuma mungkin karena emang sutradaranya jago bikin pemirsa di rumah bingung, jadilah 3/4 film, gw dibikin bingung. “Emang sesederhana itu ceritanya?” Menurut gw iya. Jadi ceritanya gini. Ada balerina cantik nan baik nan “anak mama” ikut audisi untuk jadi pemeran utama pentas balet besar. Pemeran utama ini nantinya harus berperan ganda sebagai black swan dan white swan.
30
Mar
“ Ada yang direncanakan, ada yang tidak. Ada yang disuka, ada yang tidak. Semua terjadi atas izin Allah. So, why so worried?
30
Mar
Lagu terbaik dari Sting (based on my taste)



